Sejarah SMAN 1 Senori

Pendirian SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Senori, tidak terlepas dari prakarsa para tokoh masyarakat Senori yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Tuban pada tahun 2009. Sebelumnya, sekolah ini merupakan kelas jauhnya SMA Negeri 1 Parengan yang berlokasi di kecamatan Senori. Saat itu, tempat untuk mengadakan proses pembelajaran berada (di titipkan) di gedung SMP Negeri 1 Senori. Setelah memperoleh lahan, Pada tahun 2011 dibangunlah bangunan permanen yang terdiri dari 3 ruang kelas, 1 rung kepala sekolah, guru dan TU, 1 ruang laboratorium IPA. Akhirnya, berdasarkan SK Keputusan Bupati Tuban nomor: 188.45/37/KPTS/414.012/2012 tertanggal: 20 Pebruari 2012 diresmikanlah SMAN 1 Senori.
Sesuai SK bupati Tuban nomor 821.29/126/414.103/2012 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Guru yang Diberi Tugas Tambahan Sebagai Kepala Sekolah, tertanggal 5 Juli 2012, maka SMA Negeri 1 Senori telah memiliki kepala sekolah yang pertama bernama SYAIFUL ANNAS, M.Pd. Kepala sekolah dibantu oleh 4 orang wakil kepala sekolah antara lain bagian kurikulum, bagian sarana dan prasarana, bagian kesiswaan dan bagian hubungan masyarakat. Semua pendidik dan tenaga kependidikan yang dimiliki masih berstatus honorer sedangkan kepala sekolah adalah satu-satunya yang berstatus PNS.
Bangunan gedung SMA Negeri 1 Senori berada di area persawahan, tidak ada tanaman rindang sehingga udaranya terasa panas. Sampai sekarang lapangan sekolah (lapangan upacara dan bermain) dan halaman sekolah yang merupakan jalan menuju gedung sekolah masih becek di kala hujan. Pagar sekolah belum ada walaupun seringkali mengajukan proposal bantuan pagar sekolah kepada dinas dikpora kabupaten Tuban. Pada tahun 2013 SMA Negeri 1 Senori menerima bantuan BANSOS pusat berupa RKB 2 kelas dan bantuan DAK berupa 1 buah gedung perpustakaan.
SMA Negeri 1 Senori telah melaksanakan tiga (3) kali Ujian Nasional, yaitu tahun pelajaran 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014 dengan tingkat keberhasilan kelulusan masing-masing angkatan lulus 100 %. Masih minimnya minat peserta didik yang memilih SMA Negeri 1 Senori disebabkan oleh banyak faktor diantaranya: tingkat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan tingkat SLTA masih rendah (lulus SLTP dan sederajat dianggap sudah cukup untuk modal bekerja), sarana dan prasarana sekolah yang belum memenuhi standar pelayanan minimum pendidikan (SPM).

JoomShaper